Industri perbankan merupakan suatu jenis industri yang sangat sarat dengan risiko-risiko karena melibatkan pengelolaan uang milik masyarakat dan diputar dalam bentuk berbagai investasi seperti pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga dan jenis penanaman dana lainnya. Semua kegiatan bank baik yang berasal dari sisi aktiva maupun pasiva mengandung berbagai jenis risiko, apakah itu risiko pasar, risiko kredit, risiko likuiditas maupun risiko-risiko lainnya. Besar kecilnya risiko-risiko tersebut akan sangat tergantung pada berbagai faktor (risk exposures) seperti kemampuan dan kejelian dari manajemen bank untuk membaca dan memprediksi pergerakan suku bunga, perubahanperubahan yang terjadi di pasar serta risk appetite dari pengelola bank itu sendiri apakah cenderung bersifat tinggi atau rendah.

Untuk meminimalisir risiko-risiko yang dihadapi oleh suatu bank, maka manajemen bank harus memiliki keahlian dan kompetensi yang memadai sehingga segala macam risiko yang berpotensi untuk muncul dapat diantisipasi dari sejak awal dan dicarikan cara penanggulangannya. Dengan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan risiko-risiko yang akan muncul tersebut, maka diharapkan risiko yang akan terjadi tersebut dapat ditekan seminimal mungkin sehingga potensi kerugian yang diderita juga dapat ditekan serendahrendahnya. Dengan demikian, untuk mengelola risiko yang dihadapi oleh bank, maka manajemen bank harus dibekali dengan keahlian dan kompetensi yang mencukupi sehingga dalam tugasnya sehari-hari para manajer risiko tersebut mampu mengukur dan meminimalisir risiko-risiko yang muncul dari kegiatan usaha banknya. Keahlian dan kompetensi dari risk manager yang ada di bank-bank haruslah dapat dipertanggungjawabkan dalam hal kualitas dan integritasnya sehingga risk manager tersebut benar-benar mampu menjalankan tugasnya untuk mengelola risiko yang ada pada banknya masing-masing.

Dalam rangka menjamin kualitas keahlian dan kompetensi yang sama bagi para manajer risiko yang ada pada setiap bank, maka sudah saatnya para manajer risiko tersebut harus disertifikasi. Dengan adanya sertifikasi risk manager tersebut, diharapkan semua risk manager yang bekerja pada industri perbankan memiliki persyaratan minimum dan standar kualitas yang sama baik baik dari sisi keahlian, kompetensi, maupun pengetahuan tentang risk management. Sama halnya dengan seorang akuntan yang bekerja dalam bidang akuntansi publik, mereka harus memiliki sertifikat sebagai seorang akuntan publik (certified public accountant) guna menjaga kualitas dan standar yang sama diantara para akuntan tersebut.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 8 Tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Sertifikasi kompetensi kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional, dan/atau Standar Khusus.

Menurut Undang Undang Nomor 13 Tentang Ketenagakerjaan disebutkan bahwa pengakuan kompetensi kerja dilakukan melalui sertifikasi kompetensi kerja.  Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja seseorang yang mencakup aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap (attitude) yang sesuai dengan standar kompetensi kerja yang ditetapkan. Standar kompetensi kerja adalah rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.

Sampai saat ini Institut Bankir Indonesia (IBI) sebagai satu-satunya asosiasi profesi bankir di Indonesia telah mengidentifikasi 12 (dua belas) bidang kompetensi di industri perbankan, yaitu:

  1. Manajemen Risiko
  2. Treasury
  3. Audit Internal
  4. Compliance
  5. Wealth Management
  6. Lending
  7. Funding And Services
  8. Operation
  9. Sales And Marketing
  10. Human Resources
  11. Finance
  12. Information Technology

lembaga training perbankan

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 19 /PBI/2009 Tanggal 4 Juni 2009 Tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/ 7 /PBI/2010 Tanggal 19 April 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 Tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum, Bank wajib mengisi Jabatan Pengurus dan Pejabat Bank dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian di bidang Manajemen Risiko.  Pengurus dan Pejabat Bank tersebut wajib memiliki Sertifikat Manajemen Risiko yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi. Sertifikasi Manajemen Resiko ini, Kami TrainingPerbankan.com dengan bendera perusahaan PT Azecotama telah bekerjasama dengan LSPP (Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan) dan BSMR (Badan Sertifikasi Manajemen Resiko).

Mengacu pada Peraturan Bank Indonesia nomor 19/5/PBI/2017  Tentang Sertifikasi Tresuri Dan Penerapan Kode Etik Pasar, Training sertifikasi treasury kami bekerjasama dengan LSPP (Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan), begitu juga dengan training untuk analis kredit.

PT. AZECOTAMA Consultant & Services

Telp : 021-2297 5383 
Whatsapp : 0812-1063-6535 (Fitri)
Ruko Taman Hijau Baru No. 7
Jl. Bukit Hijau I – Pondok Indah Jakarta Selatan 12310
E-Mail : marketing@trainingperbakan.com / info@azecotama.com

 

by: admin – 5 – 899 – 2018